Senin, 23 Maret 2015
Rindu yang Tak Berujung
Sayang, kapan kamu kembali. Kembali seperti dulu, seperti waktu kita baru berkenalan. Aku rindu. Aku rindu kamu yang dulu. Sayang apakah kamu juga tidak menginginkan hubungan ini seperti dulu. Apakah cuma aku yang berharap :( Sayang sayang sayang. Aku hanya bisa memanggil namamu dari kejauhan.
Sabtu, 21 Maret 2015
Mas Cakmuk
Pagi ini, aku kembali lagi melakukan aktifitas seperti biasa. Yaaaa, aktifitas yang sangat membosankan. Kuliah kuliah dan kuliah. Huuuuhh apa boleh buat, semua aktifitas itu harus tetapku jalani walaupun dengan hati "terpaksa".
Aku memulai aktifitas pagi ini dengan hati yang sangat sedih, pilu, gundah. Aaahh tak bisaku ungkapkan dengan kata- kata. Semua terasa hambar, hitam putih, tak ada semangat sedikit pun.
Semenjak kejadian semalam yang membuat aku kecewa atas sikapmu. Mungkin emang aku saja yang terlalu berharap atau mungkin kau sengaja berpura- pura tak menyadari perasaanku selama ini padamu. Mulanya kau seolah membalasnya, kau nyanyikan sebuah lagu untukku. Sungguh bahagia aku mendengar suaramu yang merdu itu. Hari- hari berikutnya semua terasa begitu berwarna, hari- hariku lewati dengan senyum bahagia di dekatmu. Kau selalu menghiburku dengan caramu. Tapiiiiii, itu dulu. Yaa dulu sebelum kau tau bahwa aku suka padamu. Kau langsung berubah 180 derajat. Kau begitu kaku, tak seperti Mas yang aku kenal dulu.
Bersambung......
Aku memulai aktifitas pagi ini dengan hati yang sangat sedih, pilu, gundah. Aaahh tak bisaku ungkapkan dengan kata- kata. Semua terasa hambar, hitam putih, tak ada semangat sedikit pun.
Semenjak kejadian semalam yang membuat aku kecewa atas sikapmu. Mungkin emang aku saja yang terlalu berharap atau mungkin kau sengaja berpura- pura tak menyadari perasaanku selama ini padamu. Mulanya kau seolah membalasnya, kau nyanyikan sebuah lagu untukku. Sungguh bahagia aku mendengar suaramu yang merdu itu. Hari- hari berikutnya semua terasa begitu berwarna, hari- hariku lewati dengan senyum bahagia di dekatmu. Kau selalu menghiburku dengan caramu. Tapiiiiii, itu dulu. Yaa dulu sebelum kau tau bahwa aku suka padamu. Kau langsung berubah 180 derajat. Kau begitu kaku, tak seperti Mas yang aku kenal dulu.
Bersambung......
gatau
Gatau lagi mau nulis apa, yang jelas aku kangen sama kamu ul :'( Aku mau kamu disini. Aku mau kamu menemani aku malam ini.
Sudah beberapa hari ini tanpa kabar darimu. Semuanya terasa sepi. Henponku yang dulu dering berbunyi, sekarang hampir tak pernah mengeluarkan nada lagi. Entah karna jadwal kuliahmu yang begitu padat sehingga tak sempat memberi kabar kepadaku. Aku tak tau alasanmu. Yang jelas sampai saat ini aku masih menunggu kamu menghubungiku.
Masih Tentangmu
Kita sekarang berjauhan sayang. Kita terpisah oleh jarak dan waktu. Beberapa bulan yang lalu kamu pamit kepadaku untuk pergi ke sebuah kota yang berada di Jawa Barat. Kamu pergi untuk masa depanmu. Meninggalkanku :( dan mimpiku untuk memilikimu seutuhnya, untuk terus berada di dekatmu. Sudah beberapa bulan kita seperti ini. Bisa dibilang aku dan kamu sedang menjalin hubungan yang disebut Long Distance Relantionship. Aku sedih sayang harus berpisah denganmu walaupun itu semua untuk masa depanmu. Aku ingin menangis se kuatku.
Saat ini aku butuh seseorang yang mengizinkanku bersandar di bahunya untuk menghilangkan semua kesedihan di hatiku :'( betapa sedihnya kisah cinta kita. Kita tidak terpisah oleh jarak dan waktu saja, orang tuamu sepertinya juga tidak menginginkan kita bersama. Dulu mamahmu setuju aja kita menjalin hubungan ini tapi semenjak aku juga memiliki hubungan dengan kerabatmu dan mamahmu tau, semuanya menjadi hancur ! semuanya rumit ! Aku tau ini salahku, ini ke khilafanku :( Aku bodoh kenapa bisa menjalin hubungan dengan kerabat pacarku sendiri. Sayang maafkan aku telah melukai hatimu, mengkhianati hubungan kita, menodai cinta sucimu.
Aku, aku mencintaimu dan juga menyayangi adikmu :( Aku tau perasaan ini salah tapi begitulah kenyataannya . Aku gak bisa membohongi hati ini terus menerus tapi aku juga gak mau terjebak dalam suasana serumit ini. Aku harus bagaimana sayang. Melupakanmu atau melupakan adikmu ? Mungkin lebih adil aku melupakan kalian berdua. Melupakanmu juga melupakan adikmu. Tapi semakin aku melupakan kamu, aku juga semakin mencintaimu. Begitu pun juga dengan adikmu semakin aku melupakannya, semakin aku menyayangi dia.
Lagi-lagi aku dihadapkan dengan kenyataan yang sama sekali tidak aku inginkan--
Kamu
Kamu adalah pria yang aku banggakan, pria yang aku cintai, pria yang mengisi kekosongan hatiku, yang selalu memberiku semangat untuk menjalani hari-hari dari sebelumnya. Kamu yang dulunya selalu memberiku perhatian, membuatku mengerti indahnya kasih sayang dan sekarang berubah begitu saja. Kamu sekarang begitu cuek, aku gak mengerti kenapa kamu tiba-tiba berubah begitu saja. Setelah beberapa tahun kita berkenalan aku baru menyadari ternyata sifatmu seperti ini. Aku selalu menerima, aku selalu sabar mungkin ini kekuranganmu yang harus aku terima dan mungkin juga ini cobaan dalam hubungan kita. Sekarang semuanya sudah berjalan 3 tahun dan masih seperti ini, kamu masih cuek.
Aku selalu memintamu untuk berubah, merubah semua sifatmu, memintamu menuruti semua mauku.
Aku tau aku begitu egois tetapi aku juga ingin merasakan punya pasangan yang begitu perhatian padaku, selalu menghubungiku setiap hari. Aku tau waktumu bukan untukku saja. Banyak pekerjaan yang harus kamu kerjakan tetapi aku hanya memintamu untuk memberi kabar kepadaku walau sesibuk apapun kamu.
Beberapa hari kamu menunjukan sikap yang baik, kamu sering memberi kabar, kamu membuatku mengerti lagi indahnya kasih sayang. Tapi tak tau kenapa aku menginginkan kamu menjauh. Aku gak mau hubungan ini semakin berlanjut. Aku sangatlah egois , aku menyuruhmu untuk berubah tetapi aku juga menyuruhmu menjauhiku. Aku gak tau setan apa yang telah merasuki tubuhku sehingga aku menjadi sebodoh ini, se munafik ini.
Saat aku menyuruhmu untuk menjauhiku, disaat itu juga kamu selalu berusaha untuk mempertahankan hubungan yang tak pasti ini. Di dalam hati kecilku aku sangat bahagia kamu seolah tak ingin berpisah dariku tapi aku yang bodoh ini selalu saja ingin menghentikan permainan bodoh ini. Aku tau sayang kamu juga menyayangiku seperti aku menyayangimu tetapi sifatmu lah yang membuat aku tak menyadari kamu juga menyayangiku.
Sekarang kamu kembali ke sifatmu yang dulu, sudah seminggu ini kamu tidak menghubungiku, membuatku merasa kesepian, membuatku menahan rindu, membuatku khawatir dengan keadaanmu. Kamu, iya kamu, Aku sangat menyayangimu :* ini semua tentangmu. Tentang pria yang aku sayangi :*
Terima kasih
Aku selalu memintamu untuk berubah, merubah semua sifatmu, memintamu menuruti semua mauku.
Aku tau aku begitu egois tetapi aku juga ingin merasakan punya pasangan yang begitu perhatian padaku, selalu menghubungiku setiap hari. Aku tau waktumu bukan untukku saja. Banyak pekerjaan yang harus kamu kerjakan tetapi aku hanya memintamu untuk memberi kabar kepadaku walau sesibuk apapun kamu.
Beberapa hari kamu menunjukan sikap yang baik, kamu sering memberi kabar, kamu membuatku mengerti lagi indahnya kasih sayang. Tapi tak tau kenapa aku menginginkan kamu menjauh. Aku gak mau hubungan ini semakin berlanjut. Aku sangatlah egois , aku menyuruhmu untuk berubah tetapi aku juga menyuruhmu menjauhiku. Aku gak tau setan apa yang telah merasuki tubuhku sehingga aku menjadi sebodoh ini, se munafik ini.
Saat aku menyuruhmu untuk menjauhiku, disaat itu juga kamu selalu berusaha untuk mempertahankan hubungan yang tak pasti ini. Di dalam hati kecilku aku sangat bahagia kamu seolah tak ingin berpisah dariku tapi aku yang bodoh ini selalu saja ingin menghentikan permainan bodoh ini. Aku tau sayang kamu juga menyayangiku seperti aku menyayangimu tetapi sifatmu lah yang membuat aku tak menyadari kamu juga menyayangiku.
Sekarang kamu kembali ke sifatmu yang dulu, sudah seminggu ini kamu tidak menghubungiku, membuatku merasa kesepian, membuatku menahan rindu, membuatku khawatir dengan keadaanmu. Kamu, iya kamu, Aku sangat menyayangimu :* ini semua tentangmu. Tentang pria yang aku sayangi :*
Terima kasih
Jumat, 20 Maret 2015
About you
Aku benci harus melepasmu ke Bandung
menerima kenyataan bahwa mungkin
kamu bisa saja pergi
karena di luar sana,
jumlah wanita tak bisa lagi di hitung dengan jari
Semua bisa saja terjadi
dan aku benci menyadari
kamu tidak seutuhnya aku miliki
Aku benci
ketika kau katakan akan pergi untuk beberapa tahun ini
dan ketika itu aku merasa
bahwa gadis bodoh ini
terjebak dalam permainan busukmu
Aku membencimu
tapi aku lebih mencintaimu
menerima kenyataan bahwa mungkin
kamu bisa saja pergi
karena di luar sana,
jumlah wanita tak bisa lagi di hitung dengan jari
Semua bisa saja terjadi
dan aku benci menyadari
kamu tidak seutuhnya aku miliki
Aku benci
ketika kau katakan akan pergi untuk beberapa tahun ini
dan ketika itu aku merasa
bahwa gadis bodoh ini
terjebak dalam permainan busukmu
Aku membencimu
tapi aku lebih mencintaimu
Langganan:
Postingan (Atom)